Analisa Film ” Door to door ” #7

 

Analisa Film “ Door to door “

Sinopsis Film

Bekerja di bidang jasa, salesman, menawarkan barang-barang dengan cara memperlihatkan katalog-katalog barang dari pintu ke pintu dengan berjalan kaki sepanjang jalan, tidak membuatnya patah semangat apalagi menyerah, walaupun hanya mendapatkan $4.25 dan satu konsumen (yang pada akhirnya menjadi pelanggan tetapnya ) pada hari pertamanya. Pekerjaan ini pun dilakukannya setiap hari tanpa ada kata bosan. Tidak jarang ia mendapat cibiran dan perlakuan yang tidak layak, namun ada pula yang kasihan dan prihatin terhadapnya. Hingga pada suatu saat ia divonis oleh dokter bahwa ada penyempitan tulang belakang akibat sering mengantarkan barang-barang pesanan. Beruntung dia masih bisa berjalan dengan dibantu tulang penyangga selama dua minggu. Dan akhirnya ia dibantu oleh Selly, teman dekat dalam pekerjaannya. Kegigihan dan kesibukan terhadap pekerjaan tidak membuat Bill Porter mengurangkan perhatiannya kepada ibunya yang sudah sakit-sakitan, yang hingga pada akhirnya ibunya tidak dapat lagi menatapnya.

Kemampuan berwirausaha Bill Porter, ditunjukan dengan cara mampu memanfaat peluang sekecil mungkin dari segala keterbatasan dan kesempatan yang ia miliki. Sikap berani ambil resiko terhadap pekerjaan yang dia ambil dengan melihat kondisi fisik yang kurang merupakan keberanian dan tantangan tersendiri. Mampu menciptakan dan memanfaatkan perubahan situasi dan pandangan orang kebanyakan. Terbukti dengan ia mampu menjual barang dari perusahaan Watskins dengan berbagai kreatifitas, misalnya ia memberi hiburan ringan kepada konsumen atau ia mampu menjalin kekerabatan diantara tetangga yang bertengkar, dls.

Pada 1989, berkat kerja keras yang ditunjukkan Bill Porter, ia mendapatkan penghargaan sebagai penjual terbaik pada perusahaan Watskins Incorporated pada tahun itu pula, dengan total penjualan $42.460, ia lantas diangkat sebagai konsultan pemasaran. Pada tahun 1998 ia mendapat Nasoinal Komunitas untuk penderita cacat komunikasi,

Bekerja dan terus bekerja, itulah merupakan sikap yang ditunjukkan Bill Porter. Kondisi dan kemampuan yang ia miliki mampu dimanfaatkannya dengan semaksimal mungkin. Bertanggung jawab terhadap tugas dan pekrjaannya dan mampu membantu meningkatkan omset perusahaan, merupakan ciri karyawan teladan yang pantas di beri apresiasi dan penghargaan.

Analisa menggunakan teori

  1. Dalam film ini, Bill menunjukkan bahwa ia merupakan seseorang yang tidak mudah menyerah pada keadaan yang terjadi pada dirinya. Ini menandakan bahwa ia memiliki mimpi memberikan yang terbaik bagi kehidupannya terutama bagi ibunya. Jika dianalisa menggunakan teori Intrapreneuship yang menyatakan bahwa seorang intrapreneur adalah seorang yang memfokuskan pada inovasi dan kreativitas yang mentrasformasikan suatu gagasan menjadi usaha yang menguntungkan yang dioperasikannya dalam lingkungan perusahaan ( Princhott, 1985 ). Juga Entrepreneurship, adalah proses kegiatan kreativitas dan inovasi menciptakan perubahan dengan memanfaatkan peluang dan sumber-sumber yang ada untuk menghasilkan nilai tambah bagi diri sendiri dan orang lain serta memenangkan persaingan. Bill melewati dan mencapai proses inovasi tersebut, dengan segala kekurangan yang ia miliki. Slah satu scene yang menunjukkan bahwa ia mampu mentransformasikan mimpinya melalui kreativitas usaha yang dilakukan adalah :
  • “ give me the area nobody wants “ dari kata-kata tersebut, Bill meskipun tidak dipercaya menjadi salah satu karyawan di perusahaan Watskin ia tetap bersikeras mendapatkannya dengan menjadikan gagasan bahwa ia bisa menjadi pekerja yang tidak pernah diinginkan orang lain. Dengan begitu, kesempatan mendapatkan pekerjaan tersebut menjadi tinggi dan akhirnya ia mendapatkannya.
  • Pada scene ia dipanggil oleh managernya yang mengatakan bahwa ia tidak bisa melanjutkan pekerjaannya karena ada salah satu customer melakukan complain ( seorang anak ketakutan melihat wajah Bill ) akhirnya Billa meminta kesempatan samapai akhir bulan agar mampu memperbaikinya. Bill kemudian kembali kerumah customer tersebut dengan membawa boneka kecil bersuara lucu dari mulutnya sendiri yang membuat sang anak tidak takut lagi dengan keadaan Bill. Ini menunjukkan bahwa Bill memiliki kreativitas tinggi dalam membentuk penilaian orang lain terhadap dirinya.
  1. Dalam teori Development of your Professional Self, dikatan bahwa citra professional adalah seperangkat kulaitas dan karakteristik yang mewakili persepsi kompetensi dan karakter sebagaimana dinilai oleh konstituen utama ( klien, profesor, kolega, manager ). Scene yang menunjukkan bahwa Bill merupakan seorang yang profesional dalam pekerjaannya dalah sebagai berikut :
  • Ia tetap bekerja meskipun ia mengalami ketidaksempurnaan dalam dirinya. Ia masih ingin bekerja selayaknya orang pada umumnya.
  • Ketika ibunya mengalami gejala amnesia karena factor usia, ia tetap bekerja sekaligus mengurus ibunya ( menitipkan pada orang yang ia kenal sampai menempatkan ibunya di panti ). Menandakan bahwa ia tetap professional pada pekerjaannya.
  1. Pada Adversity Quotient menyatakan bahwa ada salah satu kemampuan individu yaitu untuk bertahan hidup dalam kesulitan ( Stoltz, 2000 ). Dalam hal ini, Bill mampu melewati segala kesulitan yang ada dan bertahan hidup melalui tekad dan kesabarannya. Scene yang mendukung pernyataan ini adalah :
  • Ia tetap bersabar dan terus melangkah dengan pasti ketika banyak orang yang tidak memperdulikan dan mengejeknya karena kekurangan yang ia miliki sejak lahir.
  • Dengan penyakit yang ada, ia tetap bekerja selayaknya sesorang yang ingin menjalankan tugasnya dengna bik dan penuh tanggungjawab.
  1. Pada motivasinya, Bill juga menunjukkan bahwa ia memiliki tekad yang kuat ( Persistence salah satunya ) untuk tetap bekerja sebagai salesman. Ketekunan yang ia teruskan dari semangat ibunya membuahkan hasil yaitu ia terpilih sebagai ” salesman of the year ” . Berkat segala konsistensi, ketekunan, motivasi yang tinggi ia mampu meraih sebuah penghargaan sebagai bagian juga dalam membuktikan bahwa dirinya mampu seperti orang lain dan menepis bahwa orang yang memiliki kekurangan tidak mampu berbuat apa-apa.

 

Sumber :

PPT Dosen Pengantar Psikologi Bisnis’

https://hikmawansp.wordpress.com/2011/12/20/resensi-film-door-to-door/

Apa bedanya “ENTREPRENEURSHIP” dan INTRAPRENEURSHIP” dalam menjalankan Wirausaha :

 

Author: Fera Verentina Marpaung

'98

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: